KEARIFAN LOKAL SUKU AMUNGME DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN MIMIKA PAPUA

Frans P Kafiar

Sari

aneka ragam manfaat dan khasiat sejuta manfaat artikel unik sejarah kerajaan
Nilai-nilai kerarifan lokal yang terkandung dalam suatu sistem sosial masyarakat,dapat dihayati, dipraktekkan, diajarkan dan diwariskan dari satu generasi ke genarasilainnya yang sekaligus membentuk dan menuntun pola perilaku manusia sehari-hari, baikterhadap alam maupun terhadap sesama manusia. Etika yang berarti adat istiadat ataukebiasaan, dalam arti kebiasaan hidup yang baik, tata cara hidup yang baik, baik padadiri seseorang atau pada kelompok masyarakat. Kebiasaan hidup yang baik ini dianut dandiwariskan dari satu generasi ke generasi yang lain. Konsep mengenai tanah, manusiadan lingkungan alam mempunyai arti yang intergral dalam kehidupan sehari-hari. Tanahdigambarkan sebagai figure seorang ibu yang memberi makan, memelihara, mendidikdan membesarkan dari bayi hingga lanjut usia dan akhirnya mati. Tanah dengan lingkunganhidup habitatnya dipandang sebagai tempat tinggal, berkebun, berburu dan pemakamanjuga tempat kediaman roh halus dan arwah para leluhur sehingga ada beberapa lokasitanah seperti gua, gunung, air terjun dan kuburan dianggap sebagai tempat keramat.Magaboarat Negel Jombei-Peibei (tanah leluhur yang sangat mereka hormati, sumberpenghidupan mereka), demikian suku Amungme menyebut tanah leluhur tempat tinggalmereka. Maka dari itu penting untuk melibatkan masyarakat lokal dalam melakukan tindakandi lingkungan dimana mereka tinggal guna menghindari konflik-konflik sosialKata Kunci : Kearifan lokal, Etika, Tanah

Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


-- Jurnal Ilmiah Lingkungan Hidup --